girl In Wine Blog

Ingenue and live in a simple life

he never loved me October 18, 2009

Filed under: Story — estrida @ 4:35 am

stillAir mata tria menetes terus, kenangan manis yang yang dijalaninya dengan bob membuatnya merasa  down berat. Keputusan yang dibuatnya menghancurkannya  seketika, sungguh tidak bisa dipercaya, apa yang telah dipupuk selama hampir setahun ternyata harus berakhir karena hal yang  diluar dugaan, ntah ini keputusan yang baik atau keputusan yang salah semuanya bercampur aduk di pikiran. Hati tria masih menyayangi bob, baru kali ini tria mendapatkan sentuhan lembut dari seorang lelaki yang dewasa, pengertian, dan banyak lagi yang bisa dibanggakan dari seorang bob, tapi smua harus berakhir dengan air mata.

Suara sendu dari natalia grant yang keluar dari handphonenya membuatnya tersadar dari lamunannya. Sejenak tria bangkit dari tempat tidurnya dan mulai keluar dari kamarnya sambil mengusap matanya yang basah. Di balik gerbang terlihat dua sosok wanita yang tak lain adalah temannya tria, velo dan becca. Velo dan becca adalah teman dekat tria, kemana mana mreka slalu sama, tertawa bersama, nangis juga sama.

Tria memeluk velo dan becca, tak sanggup lagi dia berkata apa-apa, hanya isak tangis yang keluar.  “Apa aku salah ve kalo aku nganggap masalah ini menjadi alasan putus kami??, aku sedih banget, ga tau harus berbuat apa, hati dan pikiranku bertolak belakang, sungguh diluar dugaanku.”. Velo & becca hanya bisa menatap sedih. “kamu ga salah tri, smua keputusanmu sudah yang terbaik, aku kenal sapa kamu, dan kamu gak mungkin mengambil keputusan secepat ini tanpa berpikir terlebih dahulu, kamu hanya butuh waktu untuk nenangin diri. Memang berat tapi inilah kenyataannya, jangan sedih sayang, smangat, dimana tria yang kukenal dulu yang selalu smangat, ceria,dan berjalan dengan senyumannya yang khas :) “.

“Hayo kita keluar,, shopping, cuci mata n nonton, yok buruan”, lanjut becca.  Tria bangkit dan mulai mengganti bajunya, tria berusaha menutup wajahnya yang sembab dengan bedak, eyeshadow, blush on dan sedikit lip gloss di bibirnya yang merah.

Berusaha untuk bisa riang lagi dan mulai tersenyum, tapi tetap aja warna kesedihan masih terpancar di wajah tria, tak bisa dipungkiri kalo tria memendam kesedihan yang paling dalam. Seumur hidupnya baru kali ini merasakan kesedihan luar biasa yang tak bisa lagi dibendungnya, padahal sebelumnya setiap masalah yang dihadapinya bisa ditutupi dengan senyuman nya yang khas.

Tria berusaha berdoa, curhat dengan Tuhan, mulai mengingat ingat kembali kenangan yang ada bersama bob, mengingat setiap moment yang ada, mengingat setiap pesan yang diberikan, mengingat setiap komitmen yang dibuat. “Bob adalah orang yang baik, sangat baik sekali, beda dengan orang yang kukenal sebelumnya, dia orang yang luar biasa yang pernah kukenal. Perbedaan prinsip, yah kami memang beda disitunya.”.

Tria berusaha menyatukan hati dan pikiran dan berusaha untuk bisa bangkit lagi, smua moment-moment yang ada bersama bob dibangkitkan lagi dan berusaha memahami apa yang sudah terjadi selama ini. Ditengah kesendirian tria bermain dengan imaginasinya, tria mengeluarkan suatu statement “apakah dia pernah mencintaiku, ato tidak sama sekali ato  …. ??? ” pertanyaan ini bergolak dalam hati tria sambil mengungkit kembali kenangan-kenangan bersama bob.

Secepat kilat tria bangkit dari tidurnya dan mengusap air matanya dan mengatakan “TIDAK, he never loved me”.  Satu kata ini seakan memberi kekuatan pada tria untuk bisa bangkit dan kembali ke kehidupannya semula yang penuh dengan canda, tawa, senyuman dan kegembiraan, dan semangat yang tinggi. Langsung tria mengambil handphonenya dan  mulai menelepon teman-temannya.

note:

“Kasih membuat kita mencintai orang apa adanya dan bukan karena ada apanya, jadi berilah yang terbaik buat orang terekatmu karena kita tidak pernah tau sampai kapan kita berada di dekat mereka”

written by.sees

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.