<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>girl In Wine Blog</title>
	<atom:link href="http://estrida.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://estrida.wordpress.com</link>
	<description>Ingenue and live in a simple life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2011 07:35:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='estrida.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d44276ea503f0e054374962e317494c0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>girl In Wine Blog</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://estrida.wordpress.com/osd.xml" title="girl In Wine Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://estrida.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cerita 3 Pohon</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/alkisah-3-pohon/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/alkisah-3-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 10:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Suatu kali peristiwa, ada tiga pohon di atas sebuah bukit dalam sebuah hutan. Mereka sedang berbincang-bincang tentang harapan2 dan mimpi2 mereka. Pohon yang pertama berkata,&#8221;Suatu hari nanti aku berharap bisa menjadi sebuah kotak tempat penyimpanan harta. Aku bisa dihiasi dengan ukiran-ukiran yang rumit &#38; setiap orang akan melihat kecantikanku.&#8221; Kemudian pohon yang kedua berkata,&#8221;Suatu hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=781&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu kali peristiwa, ada tiga pohon di atas sebuah bukit dalam sebuah hutan.<br />
Mereka sedang berbincang-bincang tentang harapan2 dan mimpi2 mereka. Pohon yang pertama berkata,&#8221;Suatu hari nanti aku berharap bisa menjadi sebuah kotak tempat penyimpanan harta. Aku bisa dihiasi dengan ukiran-ukiran yang rumit &amp; setiap orang akan melihat kecantikanku.&#8221;</p>
<p>Kemudian pohon yang kedua berkata,&#8221;Suatu hari nanti aku akan menjadi sebuah kapal yang besar.Aku akan membawa para raja dan ratu mengarungi lautan sampai ke ujung2 bumi. Setiap orang akan merasa aman dalamku karena kekuatan dari tubuhku. &#8221; Akhirnya pohon yang ketiga berkata,&#8221;Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi &amp; terkuat dihutan ini. Orang akan memandangku dari atas puncak bukit &amp; dapat melihat carang2ku. Kalau orang berpikir tentang surga &amp; Allah betapa dekatnya jangkauanku ke sana. Aku akan menjadi pohon yang terbesar di sepanjang waktu &amp; orang akan mengingat aku senantiasa.&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa tahun berdoa mimpi mereka menjadi kenyataan, datanglah satu kelompok penebang kayu ke hutan itu. Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon pertama ia berkata,&#8221;Kelihatannya pohon ini kuat sekali, aku kira ini dapat dijual kepada seorang tukang kayu.&#8221; Dan ia mulai menebang pohon itu. Pohon tsb bahagia sekali karena ia tahu bahwa si tukang kayu akan menjadikannya sebuah peti penyim pan harta.</p>
<p>Seorang penebang kayu lainnya berkata kepada pohon yang kedua, &#8220;Kelihatannya pohon ini kuat &amp; aku dapat menjualnya kepada tukang pembuat kapal.&#8221; Pohon tsb bahagia karena ia tahu ia akan menjadi sebuah kapal yang besar. Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon yang ketiga, pohon tsb ketakutan karena ia tahu kalau ia sampai ditebang maka mimpinya tidak akan menjadi kenyataan. Salah seorang penebang kayu berkata,&#8221;Aku tidak perlu sesuatu yang spesial dari pohon ini jadi aku bawa saja.&#8221; Dan ditebanglah pohon itu.</p>
<p>Ketika pohon pertama dibawa kepada tukang kayu, ia dijadikan sebuah kotak tempat makanan hewan. Ia diletakkan di sebuah kandang &amp; dipenuhi dengan jerami. Hal ini bukanlah seperti yang pohon tsb doakan. Pohon kedua dipotong2 &amp; dijadikan sebuah perahu kecil pemancing ikan. Mimpinya menjadi sebuah kapal yang besar yang dpt membawa para raja berakhir sudah. Pohon ketiga di potong2 dalam ukuran yang besar2 &amp; ditinggali begitu saja dalam kegelapan.</p>
<p>Tahun demi tahun berlalu &amp; pohon2 tsb sudah lupa akan mimpi mereka. Suatu hari ada seorang pria &amp; wanita datang ke kandang tsb. Si wanita melahirkan seorg bayi &amp; meletakkan bayi tsb dalam kotak makanan hewan (yang dibuat dari pohon pertama) yang dipenuhi jerami. Si pria berharap mendapatkan tempat tidur untuk bayi tsb tapi palungan itulah yang menjadi tempatnya. Pohon tsb dapat merasakan betapa penting peristiwa tsb &amp; ia telah menyimpan harta yang termulia sepanjang jaman. Tahun-tahun berikutnya, sekelompok orang berada dalam sebuah perahu pemancing ikan dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang dari mereka sedang kelelahan &amp; akhirnya tertidur. Ketika mereka ada ditengah2 laut, gelombang besar melanda mereka &amp; pohon tsb tidak menyangka kalau ia cukup kuat untuk menyelamatkan orang yang ada dalam perahu tsb. Orang2 tsb membangunkan orang yang sedang tidur itu, kemudian ia berdiri sambil berkata &#8220;diam, tenanglah&#8221; &amp; gelombang tsb berhenti. Kali ini pohon tsb menyadari bahwa ia telah membawa raja diatas segala raja dalam perahunya.</p>
<p>Akhirnya ada seorang datang mendapatkan pohon yang ketiga. Pohon tsb diseret sepanjang jalan &amp; banyak yang mengejek orang yang sedang memikul kayu tsb. Ketika mereka sampai pada suatu tempat, orang tsb dipakukan pada kayu tsb &amp; diangkat tinggi sampai mati di atas sebuah puncak bukit. Ketika hari Minggu tiba, pohon tsb menyadari bahwa ia cukup kuat untuk tegak berdiri diatas puncak &amp; berada sedekat mungkin dengan Allah karena Yesus telah disalibkan pada kayu pohon tsb.</p>
<p>pesan:</p>
<p>Ketika keadaan tidak seperti yang engkau inginkan, ketahuilah Tuhan memiliki rencana untukmu. Jika engkau percaya pada Nya, Ia akan memberimu berkat-berkat besar. Ketiga pohon mendapatkan apa yang mereka inginkan tetapi tidak dengan cara seperti yang mereka bayangkan. Kita tidak selalu tahu apa rencana Tuhan bagi kita.<br />
<span style="color:#0000ff;">Kita hanya tahu bahwa jalanNya bukanlah jalan kita, tetapi jalanNya adalah yang terbaik.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=781&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/alkisah-3-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Test ur hearth</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/lihat-dengar-rasakan-_/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/lihat-dengar-rasakan-_/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Apakah telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda ?? Hal itu bukanlah cinta, tapi suka. Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya?? Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi. Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang?? Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=770&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda ?? <span style="color:#0000ff;">Hal itu bukanlah cinta, tapi suka.</span></p>
<p>Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya??<span style="color:#0000ff;"> Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi.<br />
</span></p>
<p>Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang?? <span style="color:#0000ff;">Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur.</span></p>
<p>Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu ada di samping<br />
anda?<span style="color:#0000ff;"> Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian.</span></p>
<p>Apakah dia masih bersama anda walaupun semua orang menginginkannya? <span style="color:#0000ff;">Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan.</span></p>
<p>Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti<br />
hatinya?<span style="color:#0000ff;"> Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan.<br />
</span></p>
<p>Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yg anda sukai demi dia? <span style="color:#0000ff;">Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati</span></p>
<p>Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda<br />
pikirkan?<span style="color:#0000ff;"> GOMBAL</span></p>
<p>Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dan sangat membutakan??<span style="color:#0000ff;"> Itulah cinta.</span></p>
<p>Apakah anda masih menerima kesalahan mereka, karena hal itu adalah bagian<br />
dari kepribadiannya?<span style="color:#0000ff;"> Itulah cinta.</span></p>
<p>Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda dan kematian anda? <span style="color:#0000ff;">Itulah cinta.</span></p>
<p>Apakah hati anda tercabik bila dia sedih?<span style="color:#0000ff;"> Itulah cinta.</span></p>
<p>Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar?<span style="color:#0000ff;"> Itulah cinta.</span></p>
<p>Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda?<br />
secara dalam sekali sampai terasa nyeri?<span style="color:#0000ff;">  Itulah cinta.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=770&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/lihat-dengar-rasakan-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari keledai</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/belajar-dari-keledai/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/belajar-dari-keledai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 09:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=764</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=764&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.<br />
Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.</p>
<p>Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi,ia menangis penuh kengerian.<br />
Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.<br />
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.</p>
<p>Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.<br />
Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa unggungnya<br />
turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.</p>
<p>Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik.<br />
Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !</p>
<p>Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.<br />
Cara untuk keluar dari &#8216;sumur&#8217; (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncang kan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari &#8216;sumur&#8217; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.</p>
<p>Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.<br />
Kita dapat keluar dari &#8216;sumur&#8217; yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !<br />
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!</p>
<p>Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :<br />
1. Bebaskan dirimu dari kebencian<br />
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan<br />
3. Hiduplah sederhana<br />
4. Berilah lebih banyak<br />
5. Berharaplah lebih sedikit<br />
6. Tersenyumlah<br />
7. Miliki teman seperti aku <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/764/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=764&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2011/12/04/belajar-dari-keledai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>only Note</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2011/10/05/only-note/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2011/10/05/only-note/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Dear heart, fall in love only when you're ready, NOT when you're lonely ...<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=735&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre style="padding-left:30px;"><span style="color:#0000ff;">Dear heart, fall in love only when you're ready, NOT when you're lonely ...</span></pre>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=735&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2011/10/05/only-note/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan, berikan aku waktu 1 jam saja</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2010/10/03/tuhan-berikan-aku-waktu-1-jam-saja/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2010/10/03/tuhan-berikan-aku-waktu-1-jam-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 08:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari membaca buku di perpustakaan, sekilas kuliat ada buku menarik tentang pengembangan diri, hmmm, crita  yg seru n merupakan true story. Kubaca sinopsis ceritanya, menyentuh banget&#8230;..apalagi kata-kata sang anak yang meminta kepada Tuhan untuk diberikan waktu satu jam saja membahagiakan ibunya. Seperti biasa, kumulai cari hal-hal yang kusuka dari internet, finally kudapat critanya dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=726&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari membaca buku di perpustakaan, sekilas kuliat ada buku menarik tentang pengembangan diri, hmmm, crita  yg seru n merupakan true story. Kubaca sinopsis ceritanya, menyentuh banget&#8230;..apalagi kata-kata sang anak yang meminta kepada Tuhan untuk diberikan waktu satu jam saja membahagiakan ibunya.</p>
<p>Seperti biasa, kumulai cari hal-hal yang kusuka dari internet, finally kudapat critanya dari situs orang lain n kusimpan di dalam blog ku ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota .</p>
<p>Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.</p>
<p>Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong.</p>
<p>Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh..</p>
<p>Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: “Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini.” Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.</p>
<p>Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, dan bila malam tidur di emperan toko itu.</p>
<p>Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu,orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya. Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.</p>
<p>Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula.</p>
<p>Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. “Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita”. Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti… Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju ke pabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit.</p>
<p>Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota …</p>
<p>Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya ke sebuah rumah mewah dipusat kota . Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.</p>
<p>Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi.</p>
<p>Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya,dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat. Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.</p>
<p>Setahun setelah pernikahan mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam.</p>
<p>Sesuatu di telinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni.</p>
<p>Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, di mana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto.</p>
<p>Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang . Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanyaannya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya..</p>
<p>Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.</p>
<p>Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: “Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?”<a href="http://estrida.files.wordpress.com/2010/10/pencarian.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-730" title="pencarian" src="http://estrida.files.wordpress.com/2010/10/pencarian.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil..</p>
<p>Ia membentuk yayasan -yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.</p>
<p>Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah.. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad.</p>
<p>Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.</p>
<p><a href="http://estrida.files.wordpress.com/2010/10/girlprayingff6.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-733" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="girlprayingff6" src="http://estrida.files.wordpress.com/2010/10/girlprayingff6.gif?w=300&#038;h=218" alt="" width="300" height="218" /></a>Pagi, siang dan sore ia berdoa: “Tuhan, ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya: temukan saya dengan ibu saya”. Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka.</p>
<p>Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu.</p>
<p>Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik.</p>
<p>Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.</p>
<p>Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. “Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.”</p>
<p>Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikut nya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. “Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang”. Ia mulai berdoa “Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja”.</p>
<p>Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: “Tuhan beri saya sebulan saja”. Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya , dan ia mulai menangis: “Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan “. Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat.</p>
<p>Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan k anto ng-k anto ng plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak.</p>
<p>Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis- pengemis yang segera memenuhi tempat itu. “Belum bergerak dari tadi.” lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun.</p>
<p>Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. “Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu .”</p>
<p>Serrafona memandang tembok dihadapann ya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kaki nya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkan nya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.</p>
<p>“Tuhan, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya,beri kami sehari…… Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia….Jadi mama tidak menyia-nyia kan saya”.</p>
<p>Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu ke dadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.</p>
<p>“Mama.. ..”, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam – antara waras dan tidak – dan tiap hari – antara sadar dan tidak – kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas.</p>
<p>Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.</p>
<p>“Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu… Mama….”</p>
<p>Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: “Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan….. satu jam saja…. …satu jam saja…..”</p>
<p>Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia….</p>
<p>&#8230;.mungkin saat ini kita sedang beruntung. Hidup ditengah kemewahan dan kondisi berkecukupan. Mungkin kita mendapatkannya dari hasil keringat sendiri tanpa bantuan orang tua kita. Namun yang perlu kita sadari, bahwa orang tua kita senantiasa berdoa untuk kita, meski itu hanya di peraduan&#8230;</p>
<p>[disadur dari blog orang lain, hehehhe]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/726/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=726&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2010/10/03/tuhan-berikan-aku-waktu-1-jam-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2010/10/pencarian.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pencarian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2010/10/girlprayingff6.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">girlprayingff6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cinta,suka,sayang &#8230;.</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2010/03/17/cintasukasayang/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2010/03/17/cintasukasayang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[cinta kamu cinta terhadap dia. Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang.Di hadapan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga.Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku.Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=719&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>cinta</strong></p>
<p>kamu cinta terhadap dia. Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang.Di hadapan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga.Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku.Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya&#8230;CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di bahumu sambil berkata, &#8220;Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.&#8221;CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, &#8220;Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..&#8221;Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.&#8221;Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus&#8230;CINTA adalah kau akan menemaninya tak kira bagaimanapun keadaanmu ketika itu.CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.CINTA di tujukan kepada seseorang yg kita selalu ingat dan mimpi.. Tanpanya kita akan rasa sunyi dan kita cintakan sepenuh jiwa dengan hati yg ikhlas kepadanya walaupun dia buat tak tau je.</p>
<p><strong>suka</strong></p>
<p>Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah aku menciummu?&#8221;SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata &#8220;Sudahlah, jangan menangis.&#8221;SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, &#8220;Ia sangat cantik dan menawan.&#8221;Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.SUKA adalah hal yang menuntut.</p>
<p><strong>sayang</strong></p>
<p>Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah aku memelukmu?&#8221;SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.SAYANG a&#8230;dalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia memerlukanmu.SAYANG adalah hal memberi dan menerima.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=719&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2010/03/17/cintasukasayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>he never loved me</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2009/10/18/he-never-loved-me/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2009/10/18/he-never-loved-me/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 04:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Air mata tria menetes terus, kenangan manis yang yang dijalaninya dengan bob membuatnya merasa  down berat. Keputusan yang dibuatnya menghancurkannya  seketika, sungguh tidak bisa dipercaya, apa yang telah dipupuk selama hampir setahun ternyata harus berakhir karena hal yang  diluar dugaan, ntah ini keputusan yang baik atau keputusan yang salah semuanya bercampur aduk di pikiran. Hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=698&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-702" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="still" src="http://estrida.files.wordpress.com/2009/10/still.jpg" alt="still" width="212" height="304" />Air mata tria menetes terus, kenangan manis yang yang dijalaninya dengan bob membuatnya merasa  down berat. Keputusan yang dibuatnya menghancurkannya  seketika, sungguh tidak bisa dipercaya, apa yang telah dipupuk selama hampir setahun ternyata harus berakhir karena hal yang  diluar dugaan, ntah ini keputusan yang baik atau keputusan yang salah semuanya bercampur aduk di pikiran. Hati tria masih menyayangi bob, baru kali ini tria mendapatkan sentuhan lembut dari seorang lelaki yang dewasa, pengertian, dan banyak lagi yang bisa dibanggakan dari seorang bob, tapi smua harus berakhir dengan air mata.</p>
<p>Suara sendu dari natalia grant yang keluar dari handphonenya membuatnya tersadar dari lamunannya. Sejenak tria bangkit dari tempat tidurnya dan mulai keluar dari kamarnya sambil mengusap matanya yang basah. Di balik gerbang terlihat dua sosok wanita yang tak lain adalah temannya tria, velo dan becca. Velo dan becca adalah teman dekat tria, kemana mana mreka slalu sama, tertawa bersama, nangis juga sama.</p>
<p>Tria memeluk velo dan becca, tak sanggup lagi dia berkata apa-apa, hanya isak tangis yang keluar.  &#8220;Apa aku salah ve kalo aku nganggap masalah ini menjadi alasan putus kami??, aku sedih banget, ga tau harus berbuat apa, hati dan pikiranku bertolak belakang, sungguh diluar dugaanku.&#8221;. Velo &amp; becca hanya bisa menatap sedih. &#8220;kamu ga salah tri, smua keputusanmu sudah yang terbaik, aku kenal sapa kamu, dan kamu gak mungkin mengambil keputusan secepat ini tanpa berpikir terlebih dahulu, kamu hanya butuh waktu untuk nenangin diri. Memang berat tapi inilah kenyataannya, jangan sedih sayang, smangat, dimana tria yang kukenal dulu yang selalu smangat, ceria,dan berjalan dengan senyumannya yang khas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;.</p>
<p>&#8220;Hayo kita keluar,, shopping, cuci mata n nonton, yok buruan&#8221;, lanjut becca.  Tria bangkit dan mulai mengganti bajunya, tria berusaha menutup wajahnya yang sembab dengan bedak, eyeshadow, blush on dan sedikit lip gloss di bibirnya yang merah.</p>
<p>Berusaha untuk bisa riang lagi dan mulai tersenyum, tapi tetap aja warna kesedihan masih terpancar di wajah tria, tak bisa dipungkiri kalo tria memendam kesedihan yang paling dalam. Seumur hidupnya baru kali ini merasakan kesedihan luar biasa yang tak bisa lagi dibendungnya, padahal sebelumnya setiap masalah yang dihadapinya bisa ditutupi dengan senyuman nya yang khas.</p>
<p>Tria berusaha berdoa, curhat dengan Tuhan, mulai mengingat ingat kembali kenangan yang ada bersama bob, mengingat setiap moment yang ada, mengingat setiap pesan yang diberikan, mengingat setiap komitmen yang dibuat. &#8220;Bob adalah orang yang baik, sangat baik sekali, beda dengan orang yang kukenal sebelumnya, dia orang yang luar biasa yang pernah kukenal. Perbedaan prinsip, yah kami memang beda disitunya.&#8221;.</p>
<p>Tria berusaha menyatukan hati dan pikiran dan berusaha untuk bisa bangkit lagi, smua moment-moment yang ada bersama bob dibangkitkan lagi dan berusaha memahami apa yang sudah terjadi selama ini. Ditengah kesendirian tria bermain dengan imaginasinya, tria mengeluarkan suatu statement &#8220;apakah dia pernah mencintaiku, ato tidak sama sekali ato  &#8230;. ??? &#8221; pertanyaan ini bergolak dalam hati tria sambil mengungkit kembali kenangan-kenangan bersama bob.</p>
<p>Secepat kilat tria bangkit dari tidurnya dan mengusap air matanya dan mengatakan &#8220;TIDAK, he never loved me&#8221;.  Satu kata ini seakan memberi kekuatan pada tria untuk bisa bangkit dan kembali ke kehidupannya semula yang penuh dengan canda, tawa, senyuman dan kegembiraan, dan semangat yang tinggi. Langsung tria mengambil handphonenya dan  mulai menelepon teman-temannya.</p>
<p>note:</p>
<p>&#8220;Kasih membuat kita mencintai orang apa adanya dan bukan karena ada apanya, jadi berilah yang terbaik buat orang terekatmu karena kita tidak pernah tau sampai kapan kita berada di dekat mereka&#8221;</p>
<p>written by.sees</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=698&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2009/10/18/he-never-loved-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2009/10/still.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">still</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kegagagalan sebagai suatu motivasi</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2009/09/25/bout-life/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2009/09/25/bout-life/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 08:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Kegagalan bukan berarti anda gagal Tapi itu berarti anda belum sukses aja Kegagalan bukan berarti tidak mengerjakan sesuatu atau sia-sia Tapi itu berarti kamu harus belajar sesuatu Kegagalan bukan berarti anda bodoh Tapi itu berarti anda memiliki keyakinan yang teguh Kegagalan bukan berarti sesuatu yang memalukan Tetapi itu artinya anda mau berusaha Kegagalan bukan berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=631&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegagalan bukan berarti anda gagal<br />
Tapi itu berarti anda belum sukses aja</p>
<p>Kegagalan bukan berarti tidak mengerjakan sesuatu atau sia-sia<br />
Tapi itu berarti kamu harus belajar sesuatu</p>
<p>Kegagalan bukan berarti anda bodoh<br />
Tapi itu berarti anda memiliki keyakinan yang teguh</p>
<p>Kegagalan bukan berarti sesuatu yang memalukan<br />
Tetapi itu artinya anda mau berusaha</p>
<p>Kegagalan bukan berarti anda tidak memiliki sesuatu<br />
Tapi itu artinya anda harus mengerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda</p>
<p>Kegagalan bukan berarti anda rendah derajatnya<br />
Tapi karena anda tidak sempurna</p>
<p>Kegagalan bukan berarti kamu menyia-nyiakan hidup kamu<br />
Tapi itu berarti anda memiliki sebuah alasan untuk memulai sesuatu dengan semangat</p>
<p>Kegagalan bukan berarti kamu harus menyerah<br />
Tapi itu artinya anda harus berusaha lebih keras lagi</p>
<p>Kegagalan bukan berarti kita tidak akan pernah mencapai tujuan<br />
Tapi itu berarti tujuan akan dicapai sedikit lebih lama</p>
<p>Kegagalan bukan berarti kita tidak akan pernah bersama lagi<br />
Tapi itu berarti kebersamaan kita ditunda untuk beberapa saat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=631&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2009/09/25/bout-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>between heart &amp; mind</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2009/09/22/between-heart-mind/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2009/09/22/between-heart-mind/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 16:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
				<category><![CDATA[myWholeLife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Kita terbiasa menggunakan pikiran dibanding dengan hati. Pikiranmu tidak akan pernah malu mengatur hatimu. Setiap hari ia akan mengingatkanmu bahwa kau selalu memiliki alasan untuk marah pada seseorang, tapi Hati tidak akan melakukannya! Ia hanya akan menanyakan sebuah pertanyaan sederhana : &#8220;Apakah kau merasakan kedamaian dan cinta hari ini?&#8221; Bimbang&#8230; hanya itu yang ada didalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=592&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-654" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="me" src="http://estrida.files.wordpress.com/2009/09/me.jpg?w=161&#038;h=240" alt="me" width="161" height="240" /></p>
<p>Kita terbiasa menggunakan pikiran dibanding dengan hati.</p>
<p>Pikiranmu tidak akan pernah malu mengatur hatimu. Setiap hari ia akan mengingatkanmu bahwa kau selalu memiliki alasan untuk marah pada seseorang, tapi Hati tidak akan melakukannya!</p>
<p>Ia hanya akan menanyakan sebuah pertanyaan sederhana :<strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;Apakah kau merasakan kedamaian dan cinta hari ini?&#8221;</em></strong></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;">Bimbang&#8230; hanya itu y</span><span style="font-family:trebuchet ms;">ang ada didalam benakku saat ini. Diantara dua pilihan yang sangat sulit tuk diputuskan. Hati atau Pikiran&#8230;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;">Banyak yang menyarankan untuk mengikuti apa kata hati nurani&#8230; Tapi tak sedikit juga yang menyarankan tuk mengikuti pikiran jernih, karna hati kadang tertutup sehingga tidak dapat melihat kenyataan yang sebenarnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;">Diantara kebimbangan ini, aku sudah tersesat sekian lama tanpa tau mana yang harus kupilih. Tanpa kejelasan. Kubiarkan hidupku mengalir seperti air, berjalan apa adanya, mengikuti alur yang ada. Tapi mau sampai kapan? Kapan semua jawaban itu akan terungkap?</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;">Banyak juga yang bilang waktulah yang akan menjawab segalanya. Tapi sampai kapan aku harus mengunggu. Kebimbangan ini selalu menghantui jalanku. Ntah aku semakin terpuruk dalam kesalahan atau aku memang sudah melalui jalan yang benar. Aku bingung. Mana yang lebih jernih memilih dan menentukan. Hatikah atau Pikirankah?</span></p>
<p align="justify"><strong><em><span style="font-family:trebuchet ms;">note:</span><span style="font-family:trebuchet ms;">pikiran tanpa hati adalah kesesatan&#8230; hati tanpa pikiran adalah kebodohan, pakailah keduanya.. percayalah Tuhan memberikan keduanya untuk bisa dipakai secara sekaligus&#8230;</span></em></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;">salah satu temanku menyarankan untuk mengikuti kata hatiku dan menyerahkan smuanya kepada Tuhan, smoga diberi petunjuk, smua akan indah pada waktunya. I HOPE SO &#8230;.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;">Tapi satu hal yang penting bahwa perasaan tidak bisa dibohongi, kita dapat memanipulasi pikiran tapi perasaan tidak. Pikiran bisa membuat kita kehilangan jalan, bisa membuat kita merasa bodoh, dan pikiran bisa membunuh kita, huhhh&#8230;perlu belajar lagi untuk bisa membedakan antara hati dan pikiran dan berusaha menjalankannya agar bisa berjalan berdampingan dan saling mendukung.</span></p>
<p align="justify"><strong><span style="color:#003366;">It&#8217;s hard to find the balance when you are in love.<br />
You&#8217;re lost in the middle cause you have to decide between mind &amp; heart.<br />
HEART is the engine of your body but BRAIN is the engine of your life.</span></strong></p>
<p align="justify"><span style="color:#003366;">(enigma song)</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=592&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2009/09/22/between-heart-mind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2009/09/me.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nights in Rodanthe</title>
		<link>http://estrida.wordpress.com/2009/08/20/nights-in-rodanthe/</link>
		<comments>http://estrida.wordpress.com/2009/08/20/nights-in-rodanthe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 08:34:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>estrida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://estrida.wordpress.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Dua bintang kawakan Hollywood, Richard Gere (kiri) dan Diane Lane beradu akting pada film &#8220;Nights in Rodanthe&#8221;. Setelah menjalani usia hingga paruh baya, mungkinkah kita bisa jatuh cinta lagi? Lalu, cinta seperti apakah itu? Samakah seperti cinta pertama? Sutradara George C Wolfe mengemas kisah itu dalam &#8220;Nights in Rodanthe&#8221;. walnya kisah romantis ini ditulis oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=586&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-585" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="gambar-nypostcom" src="http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/gambar-nypostcom.jpg" alt="gambar-nypostcom" width="247" height="163" />Dua bintang kawakan Hollywood, Richard Gere (kiri) dan Diane Lane beradu akting pada film &#8220;Nights in Rodanthe&#8221;.</p>
<p>Setelah menjalani usia hingga paruh baya, mungkinkah kita bisa jatuh cinta lagi? Lalu, cinta seperti apakah itu? Samakah seperti cinta pertama? Sutradara George C Wolfe mengemas kisah itu dalam &#8220;Nights in Rodanthe&#8221;.</p>
<p>walnya kisah romantis ini ditulis oleh Nicholas Sparks dalam novelnya dengan judul yang sama. Sparks adalah penulis roman yang karya-karyanya juga pernah diangkat ke layar lebar, seperti <em>The Notebook</em>, <em>Message in a Bottle</em> dan              <em>A Walk to Remember</em>.</p>
<p>Produser <em>Nights in Rodanthe</em>, Denise DiNovi, adalah produser yang pernah menangani <em>Message in a Bottle</em> dan <em>A Walk to Remember</em>. Sehingga sudah terbayang, suasana seperti apa yang akan tersaji. Ditambah lagi, Richard Gere berperan sebagai aktor utama mendampingi Diane Lane. Semakin tergambar guliran syahdu yang akan didapat.</p>
<p><em>Nights in Rodanthe</em> menceritakan sosok Adrienne Willis (Diane Lane) dan Paul Flanner (Richard Gere) yang bertemu pada saat usia mereka sudah beranjak jauh. Kisah itu dibuka dengan sosok Adrienne yang gagal mempertahankan rumah tangganya.<img class="alignright size-full wp-image-587" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="nights-in-rodanthe-1-ok" src="http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/nights-in-rodanthe-1-ok.jpg" alt="nights-in-rodanthe-1-ok" width="251" height="163" /></p>
<p>Merasa jemu, ia menenangkan diri di sebuah penginapan milik sahabatnya di kota kecil bernama Rodanthe. Sebuah kota kecil di pantai barat Carolina Utara. Penginapan yang berada di pinggir pantai itu, sebenarnya ingin ditutup karena sepi pengunjung dan selalu terkena badai.</p>
<p>Namun, sebelum hal itu terjadi, ada tamu yang sudah memesan untuk menginap beberapa hari. Sehingga Adrienne diserahi tugas mengurus tamu itu. Tamu itu tidak lain adalah Paul Flanner. Seorang dokter kaya raya yang ingin bertemu seseorang di kota kecil itu.</p>
<p>Mudah diterka, Paul pun memiliki masalah pribadi yang tidak jauh beda dengan Adrianne. Mereka, nantinya akan saling suka dan jatuh cinta. Hanya saja, bagaimana dua insan yang sudah matang itu mampu menemukan pijaran cintanya yang kedua, hal ini adalah tantangan sutradara George C Wolfe dan penulis skenario Ann Peacock. Apalagi penulis Sparks mengisahkan, kedua insan itu menemukan cinta mereka dalam beberapa hari saja.</p>
<p>Jika pernah menyaksikan kisah-kisah Sparks yang diangkat ke layar lebar, seperti <em>Message in a Bottle</em> atau              <em>A Walk to Remember</em> tentu sudah terbayang gaya romantis apa yang ditawarkan. Setidaknya, tisu atau sapu tangan perlu disiapkan sebelum masuk ruang bioskop. Dalam <em>Nights in Rodanthe</em>, sapu tangan atau tisu itu juga perlu disiapkan, hanya mungkin tidak sering digunakan.</p>
<p>Hal ini karena kejutan-kejutan drama yang ditampilkan terasa minim, sehingga alur cerita mudah ditebak. Selain itu, proses keintiman di antara kedua sosok itu tidak terlukiskan maksimal, dan terkesan ada adegan-adegan yang hilang.</p>
<p>Karya-karya Sparks, umumnya mampu membawa pembacanya meresapi kisah yang menyentuh hati dan mampu mengungkapkan ekspresi tokoh-tokohnya dengan baik. Namun dalam kisahnya kali ini, hal itu tidak terlihat jelas. Berbeda sekali ketika melihat karya Sparks lain yang juga diangkat ke layar lebar seperti <em>Message in a Bottle</em> atau <em>A Walk to Remember</em>.</p>
<p>Richard Gere yang sebelumnya membintangi <em>Message in a Bottle</em> juga tidak mampu mendongkrak kekuatan kisah <em>Nights in Rodanthe</em>. Bukan berarti Gere sudah kehilangan pesonanya di usia yang ke-59 ini. Baik Gere atau Lane sama-sama bermain baik dalam <em>Nights in Rodanthe</em>.</p>
<p>Adu akting antara Gere dan Lane dalam satu layar bukanlah yang pertama kali. <em>Nights in Rodanthe</em> adalah yang ketiga kalinya mereka bertemu dalam satu <em>scene</em>. Pertama kali, keduanya dipertemukan sutradara Francis Ford Coppola dalam <em>The Cotton Club</em>, kemudian bertemu kembali dalam drama <em>Unfaithful</em> (2002). Jadi, wajar saja ketika bertemu dalam film ini, mereka mudah menyatukan <em>chemistry</em> yang ditawarkan. Hanya saja dalam film ini keduanya kurang dibekali oleh dialog-dialog yang dalam dan menyentuh hati.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-588" style="border:1px solid black;margin:2px;" title="23filmni" src="http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/23filmni.gif?w=272&#038;h=181" alt="23filmni" width="272" height="181" />Namun, bukan berarti apa yang ditawarkan <em>Nights in Rodanthe</em> tidak menarik untuk disimak. Sosok Adrianne dan Flanner bisa jadi mewakili setiap orang ketika dalam usia tuanya masih menemukan getaran-getaran cinta yang kuat. Apalagi, ketika ternyata cinta itu memberikan sesuatu yang lain, kekuatan untuk melakukan apa saja. Termasuk hal-hal yang tidak terasa tak mampu dilakukan.</p>
<p>Juga tidak berarti, apa yang ditawarkan dalam <em>Nights in Rodanthe</em> hanya untuk mereka yang berumur. Mereka yang baru menginjak dewasa pun tidak akan canggung menyaksikan film ini. Karena kisah yang ditawarkan terasa universal, setiap orang sangat mungkin mengalaminya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/estrida.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/estrida.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=estrida.wordpress.com&amp;blog=7190616&amp;post=586&amp;subd=estrida&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://estrida.wordpress.com/2009/08/20/nights-in-rodanthe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/864504872e32d250b31ac0a209f75bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">estrida</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/gambar-nypostcom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-nypostcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/nights-in-rodanthe-1-ok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nights-in-rodanthe-1-ok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://estrida.files.wordpress.com/2009/08/23filmni.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">23filmni</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
