girl In Wine Blog

Ingenue and live in a simple life

Nights in Rodanthe August 20, 2009

Filed under: Film — estrida @ 8:34 am

gambar-nypostcomDua bintang kawakan Hollywood, Richard Gere (kiri) dan Diane Lane beradu akting pada film “Nights in Rodanthe”.

Setelah menjalani usia hingga paruh baya, mungkinkah kita bisa jatuh cinta lagi? Lalu, cinta seperti apakah itu? Samakah seperti cinta pertama? Sutradara George C Wolfe mengemas kisah itu dalam “Nights in Rodanthe”.

walnya kisah romantis ini ditulis oleh Nicholas Sparks dalam novelnya dengan judul yang sama. Sparks adalah penulis roman yang karya-karyanya juga pernah diangkat ke layar lebar, seperti The Notebook, Message in a Bottle dan A Walk to Remember.

Produser Nights in Rodanthe, Denise DiNovi, adalah produser yang pernah menangani Message in a Bottle dan A Walk to Remember. Sehingga sudah terbayang, suasana seperti apa yang akan tersaji. Ditambah lagi, Richard Gere berperan sebagai aktor utama mendampingi Diane Lane. Semakin tergambar guliran syahdu yang akan didapat.

Nights in Rodanthe menceritakan sosok Adrienne Willis (Diane Lane) dan Paul Flanner (Richard Gere) yang bertemu pada saat usia mereka sudah beranjak jauh. Kisah itu dibuka dengan sosok Adrienne yang gagal mempertahankan rumah tangganya.nights-in-rodanthe-1-ok

Merasa jemu, ia menenangkan diri di sebuah penginapan milik sahabatnya di kota kecil bernama Rodanthe. Sebuah kota kecil di pantai barat Carolina Utara. Penginapan yang berada di pinggir pantai itu, sebenarnya ingin ditutup karena sepi pengunjung dan selalu terkena badai.

Namun, sebelum hal itu terjadi, ada tamu yang sudah memesan untuk menginap beberapa hari. Sehingga Adrienne diserahi tugas mengurus tamu itu. Tamu itu tidak lain adalah Paul Flanner. Seorang dokter kaya raya yang ingin bertemu seseorang di kota kecil itu.

Mudah diterka, Paul pun memiliki masalah pribadi yang tidak jauh beda dengan Adrianne. Mereka, nantinya akan saling suka dan jatuh cinta. Hanya saja, bagaimana dua insan yang sudah matang itu mampu menemukan pijaran cintanya yang kedua, hal ini adalah tantangan sutradara George C Wolfe dan penulis skenario Ann Peacock. Apalagi penulis Sparks mengisahkan, kedua insan itu menemukan cinta mereka dalam beberapa hari saja.

Jika pernah menyaksikan kisah-kisah Sparks yang diangkat ke layar lebar, seperti Message in a Bottle atau A Walk to Remember tentu sudah terbayang gaya romantis apa yang ditawarkan. Setidaknya, tisu atau sapu tangan perlu disiapkan sebelum masuk ruang bioskop. Dalam Nights in Rodanthe, sapu tangan atau tisu itu juga perlu disiapkan, hanya mungkin tidak sering digunakan.

Hal ini karena kejutan-kejutan drama yang ditampilkan terasa minim, sehingga alur cerita mudah ditebak. Selain itu, proses keintiman di antara kedua sosok itu tidak terlukiskan maksimal, dan terkesan ada adegan-adegan yang hilang.

Karya-karya Sparks, umumnya mampu membawa pembacanya meresapi kisah yang menyentuh hati dan mampu mengungkapkan ekspresi tokoh-tokohnya dengan baik. Namun dalam kisahnya kali ini, hal itu tidak terlihat jelas. Berbeda sekali ketika melihat karya Sparks lain yang juga diangkat ke layar lebar seperti Message in a Bottle atau A Walk to Remember.

Richard Gere yang sebelumnya membintangi Message in a Bottle juga tidak mampu mendongkrak kekuatan kisah Nights in Rodanthe. Bukan berarti Gere sudah kehilangan pesonanya di usia yang ke-59 ini. Baik Gere atau Lane sama-sama bermain baik dalam Nights in Rodanthe.

Adu akting antara Gere dan Lane dalam satu layar bukanlah yang pertama kali. Nights in Rodanthe adalah yang ketiga kalinya mereka bertemu dalam satu scene. Pertama kali, keduanya dipertemukan sutradara Francis Ford Coppola dalam The Cotton Club, kemudian bertemu kembali dalam drama Unfaithful (2002). Jadi, wajar saja ketika bertemu dalam film ini, mereka mudah menyatukan chemistry yang ditawarkan. Hanya saja dalam film ini keduanya kurang dibekali oleh dialog-dialog yang dalam dan menyentuh hati.

23filmniNamun, bukan berarti apa yang ditawarkan Nights in Rodanthe tidak menarik untuk disimak. Sosok Adrianne dan Flanner bisa jadi mewakili setiap orang ketika dalam usia tuanya masih menemukan getaran-getaran cinta yang kuat. Apalagi, ketika ternyata cinta itu memberikan sesuatu yang lain, kekuatan untuk melakukan apa saja. Termasuk hal-hal yang tidak terasa tak mampu dilakukan.

Juga tidak berarti, apa yang ditawarkan dalam Nights in Rodanthe hanya untuk mereka yang berumur. Mereka yang baru menginjak dewasa pun tidak akan canggung menyaksikan film ini. Karena kisah yang ditawarkan terasa universal, setiap orang sangat mungkin mengalaminya.

 

what do u want to be? August 20, 2009

Filed under: motivation — estrida @ 5:01 am

pilihanSeorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul.

Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak Perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.Ia membiarkan masing-masing mendidih Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak Sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi, ” jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu.

“Apa maksud semua ini, ayah?” tanya sang anak. Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuK berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. “Maka, yang manakah dirimu?” tanya sang ayah pada anaknya. “Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?”

 

ur voice is ur life August 20, 2009

Filed under: motivation — estrida @ 4:23 am

lifeSeorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.  “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?”  Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru,  “Pengecut kamu!”  Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.”  Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, “Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab,  “Kamu sang juara!” Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.

Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itulah KEHIDUPAN.” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.

Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

 

life is so simple August 13, 2009

Filed under: motivation — estrida @ 4:16 am

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil untuk kerja di tempatnya.

* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih golf berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .”

* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.


“YANG PALING PENTING, HIDUP INI HARUS BERMANFAAT BUAT ORANG LAIN.”

 

my New Room July 16, 2009

Filed under: myWholeLife — estrida @ 7:51 am

ga sampe hati sih ninggalin kamar tercintaku ini, padahal da nyaman bangat disini, blon lagi kamarnya luas, suasana yang mak nyosss, ibu kos yang baik hati,……uhhh……sedih ah.

Tapi mau ndak mau harus pindah berhubung karna sesuatu yg mengaruskan pindah. Tapi dikamar baruku ini ga kalah menariknya sama yang lama memang sih bedanya di besarnya kamar, kamarku yang baru ini lebih kecil dibanding yang lama, tapi nyaman abis kog, serasa di rumah sendiri.

Capeknya tak ujubila min jali deh, memang kalo da pindahan ini capeknya tak ketulungan belon lagi barang2xnya pada berat banget. uhhh, moga ini yang terakhir aku pindahan ah.

Thnx buat orang2x yang uda bantuin yee….thnx buat mobilnye :p, thnx buat tenaga nyee, thnx buat ketawa nye, thnx buat ngegangguin aja, thnx 4 all  dech. Thnx juga buat sianturi no 16 yah, yang uda ngasih tenaga brupa celotehan doank :p hehehehe.lanjutkan!!!.

Abis beres beres uda jam 11 malam, uhh capek, langsung kuambil handukku n take a bath. Seperti biasa, ga pernah ketinggalan laperku datang lagi secara da tengah malam seh, tapi karna uda larut akhirnya ditiadakan diganti jadi minum susu doank walau ga buat kenyang :( .

 

feel Bored July 16, 2009

Filed under: myWholeLife — estrida @ 7:32 am

Image3826duh da beberapa hari ini hanya dapat perbaikan program doank….just cuman ngabisin waktu 2-3 jam buat perbaikinnya selebihnya ndak da kerjaan lagi….duh bosan banget ah. Browsing mah da biasa, uda smua didownloadin dari internet, mo gangguin orang …. yah pada sibuk smua, mo pulang ….hmmm blon waktunya kaleee….duh pain yah, bosan bgt gini2x trus. Jadi ngantuk niii.

Kuambil sebungkus cappucino dan kuaduk, duk, duk, duk, jadilah dia kopi yang harum, kuteguk segelas cappucino dan kutunggu dianya bereaksi, …….tik…tik….tik…….eupssss…..masih ngantuk juga booo……help meee…..duh mau hang out aja hari ini…….ga tau mo ngapain lagi…..huhhhhhhhh.

“INGAT santi jangan mengeluh”, opsss kudengar ada yg berbisik….langsung lah aku tersadar n mulai menegaskan mata. Ya ya jangan sampai terlena karna kondisi dan situasi ini, harus smangat.

Mulai kuingat ingat apa aja yg perlu dipersiapkan dan dilakukan besok, kuambil kertas dan pena dan mulai kutuliskan list barang2x yang mo dibelanjakan secara my mom mo datang ke medan hari sabtu buat belanja keperluanku. Hmm, menarik ni, kalo da masalah belanja langsung lah semangat, hidup shopping…. huhahahahah!!!!

Setelah ku list eh ternyata cuman 3 macam aja yg mo dibelanjain selebihnya kayaknya banyak makannya niii……hehehhehe…..

Seperti biasa 2 jam setelah makan, perutku sudah mulai gelisah, kubuka tasku n mulai liat isinya, kucari sesuatu yg bisa dimakan :) , oh syukurlah kudapati  cereal ginseng yg slalu menemani ku di kamar kecilku :D . Kutuang langsung ke gelas dan kucampur dianya dengan air panas, srotttt………..jadi deh makanan pelengkap dikala lapar. Hmmm, kenyang.

Next  ga ada lagi yg mo kukerjakan, ngelist barang yg mo dibeli uda, mengisi bensin uda,  hmmm skarang waktunya ngisi blog dech…….

 

Fairy Tales: Gadis Penjual Korek Api July 2, 2009

Filed under: Reflection — estrida @ 9:23 am

gadis_kr_apiDi malam natal, orang-orang berjalan dengan wajah yang gembira memenuhi jalan di kota. Di jalan itu ada seorang gadis kecil mengenakan pakaian compang-camping sedang menjual korek api. “Mau beli korek api?” “Ibu, belilah korek api ini.” “Aku tidak butuh korek api, sebab di rumah ada banyak.” Tidak ada seorang pun yang membeli korek api dari gadis itu.
Tetapi, kalau ia pulang tanpa membawa uang hasil penjualan korek api, akan dipukuli oleh ayahnya. Ketika akan menyeberangi ‘alan. Grek! Grek! Tiba-tiba sebuah kereta kuda berlari dengan kencangnya. “Hyaaa! Awaaaaas!” Gadis itu melompat karena terkejut. Pada saat itu sepatu yang dipakainya terlepas dan terlempar entah ke mana. Sedangkan sepatu sebelahnya jatuh di seberang jalan. Ketika gadis itu bermaksud pergi untuk memungutnya, seorang anak lakilaki memungut sepatu itu lalu melarikan diri. “Wah, aku menemukan barang yang bagus.”
Akhirnya gadis itu bertelanjang kaki. Di sekitarnya, korek api jatuh berserakan. Sudah tidak bisa dijual lagi. Kalau pulang ke rumah begini saja, ia tidak dapat membayangkan bagaimana hukuman yang akan diterima dari ayahnya. Apa boleh buat, gadis itu membawa korek api yang tersisa, lalu berjalan dengan sangat lelahnya. Terlihatlah sinar yang terang dari jendela sebuah rumah. Ketika gadis itu pergi mendekatinya, terdengar suara tawa gembira dari dalam rumah.
Di rumah, yang dihangatkan oleh api perapian, dan penghuninya terlihat sedang menikmati hidangan natal yang lezat. Gadis itu meneteskan air mata. “Ketika ibu masih hidup, di rumahku juga merayakan natal seperti ini.” Dari jendela terlihat pohon natal berkelipkelip dan anak-anak yang gembira menerima banyak hadiah. Akhirnya cahaya di sekitar jendela hilang, dan di sekelilingnya menjadi sunyi.
Salju yang dingin terus turun. Sambil menggigil kedinginan, gadis itu duduk tertimpa curahan salju. Perut terasa lapar dan sudah tidak bisa bergerak. Gadis yang kedinginan itu, menghembus-hembuskan nafasnya ke tangan. Tetapi, sedikit pun tak menghangatkannya. “Kalau aku menyalakan korek api ini, mungkin akan sedikit terasa hangat.” Kemudian gadis itu menyalakan sebatang korek api dengan menggoreskannya di dinding.
Crrrs Lalu dari dalam nyala api muncul sebuah penghangat. “Oh, hangatnya.” Gadis itu mengangkat tangannya ke arah tungku pemanas. Pada saat api itu padaamtungku pemanaspun menghilang. Gadis itu menyalakan batang korek api yang kedua. Kali ini dari dalam nyala api muncul aneka macam hidangan.
Di depan matanya, berdiri sebuah meja yang penuh dengan makanan hangat. “Wow! Kelihatannya enak.” Kemudian seekor angsa panggang melayang menghampirinya. Tetapi, ketika ia berusaha menjangkau, apinya padam dan hidangan itu menghilang. Gadis itu segera mengambil korek apinya, lalu menyalakannya lagi. Crrrs!
Tiba-tiba gadis itu sudah berada di bawah sebuah pohon natal yang besar. “Wow! Lebih indah daripada pohon natal yang terlihat dari jendela tadi.” Pada pohon natal itu terdapat banyak lilin yang bersinar. “Wah! Indah sekali!” Gadis itu tanpa sadar menjulurkan tangannya lalu korek api bergoyang tertiup angin. Tetapi, cahaya lilin itu naik ke langit dan semakin redup. Lalu berubah menjadi bintang yang sangat banyak.
Salah satu bintang itu dengan cepat menjadi bintang beralih. “Wah, malam ini ada seseorang yang mati dan pergi ke tempat Tuhan,ya… Waktu Nenek masih hidup, aku diberitahu olehnya.” Sambil menatap ke arah langit, gadis itu teringat kepada Neneknya yang baik hati. Kemudian gadis itu menyalakan sebatang lilin la i. Lalu di dalam cahaya api muncul wujud Nenek yang dirindukannya. Sambil tersenyum, Nenek menjulurkan tangannya ke arah gadis itu.
“Nenek!” Serasa mimpi gadis itu melo ‘ mpat ke dalam pelukan Nenek. “Oh, Nenek, sudah lama aku ingin bertemu’ ” Gadis itu menceritakan peristiwa yang dialaminya, di dalam pelukan Nenek yang disayanginya. “Kenapa Nenek pergi meninggalkanku seorang diri? Jangan pergi lagi. Bawalah aku pergi ke tempat Nenek.” Pada saat itu korek api yang dibakar anak itu padam. “Ah, kalau apinya mati, Nenek pun akan pergi juga. Seperti tungku pemanas dan makanan tadi…”
Gadis itu segera mengumpulkan korek api yang tersisa, lalu menggosokkan semuanya. Gulungan korek api itu terbakar, dan menyinari sekitarnya seperti siang hari. Nenek memeluk gadis itu dengan erat. Dengan diselimuti cahaya, nenek dan gadis itu pergi naik ke langit dengan perlahan lahan. “Nenek, kita mau pergi ke mana?” “Ke tempat Tuhan berada.”
giveKeduanya semakin lama semakin tinggi ke arah langit. Nenek berkata dengan lembut kepada gadis itu, “Kalau sampai di surga, Ibumu yang menunggu dan menyiapkan makanan yang enak untuk kita.” Gadis itu tertawa senang.

Pagi harinya. Orang-orang yang lewat di jalan menemukan gadis penjual korek api tertelungkup di dalam salju.

“Gawat! Gadis kecil ini jatuh pingsan di tempat seperti ini.” “Cepat panggil dokter!”
Orang-orang yang berkumpul di sekitarnya semuanya menyesalkan kematian gadis itu. Ibu yang menolak membeli korek api pada malam kemarin menangis dengan keras dan berkata, “Kasihan kamu, Nak. Kalau tidak ada tempat untuk pulang, sebaiknya kumasukkan ke dalam rumah.” Orang-orang kota mengadakan upacara pemakaman gadis itu di gereja, dan berdoa kepada Tuhan agar mereka berbuat ramah meskipun pada orang miskin.

 

2 sifat July 2, 2009

Filed under: Reflection — estrida @ 9:16 am

Seorang pemuda Indian bertanya kepada kakeknya mengapa dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya. ..

bedaSang kakek berkata,bahwa dalam diri manusia ada dua ekor elang. Elang yang satu selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang elang yang lain selalu berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua elang ini selalu berkelahi.

Lalu siapakah yang menang? tanya si pemuda. Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang kakek.

Friends…
Earl Natinghle pernah menuliskan “KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN”. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan ttg diri kita. Kenapa sehh…pikiran itu begitu dahsyat pengaruhnya. Ternyata pikiran2 yg kita masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari2, prilaku akan membentuk watak, watak akan membentuk kebiasaan kita dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita.

Emang sih nasib manusia itu ditentukan sama Tuhan…btw. ..manusia juga punya kebebasan loh…menentukan nasibnya sebelum itu terjadi. Kan Tuhan ga akan merubah nasib umat-Nya kalo manusia itu sendiri ga mau merubahnya, ya toohhh…!!

So,start from thiz dayz mulailah memasukkan pikiran2 positif dalam diri kita juga pikiran2 besar. Setiap pagi sebelum memulai hari katakan pada diri kita “ SAYA BISA,SAYA PASTI BISA…SAYA PASTI BISA MELAKUKANNYA. TIDAK ADA HAMBATAN SEBESAR APAPUN YANG DAPAT MENGHENTIKAN SAYA.”

 

kepala Ikan July 1, 2009

Filed under: Reflection — estrida @ 2:35 am

Alkisah pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek -nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan.giving033

Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut. Singkat kata mereka telah mengarungi bahtera pernikahan yang cukup lama bagi kebanyakan orang. Mereka telah dikaruniai anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri baik secara ekonomi maupun pribadi. Pasangan tersebut merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat ideal.

Disela-sela acara makan malam yang telah tersedia, pasangan yang merayakan peringatan ulang tahun pernikahan mereka ini pun terlihat masih sangat romantis.  Di meja makan, telah tersedia hidangan ikan yang sangat menggiurkan yang merupakan kegemaran pasangan tersebut. Sang kakek pun, pertama kali melayani sang nenek dengan mengambil kepala ikan danmemberikannya kepada sang nenek, kemudian mengambil sisa ikan tersebut untuknya sendiri.

Sang nenek melihat hal ini, perasaannya terharu bercampur kecewa dan heran. Akhirnya sang nenek berkata kepada sang kakek:

“Suamiku, kita telah melewati 50 tahun bahtera pernikahan kita. Ketika engkau memutuskan untuk melamarku, aku memutuskan untuk hidup bersamamu dan menerima dengan segala kekurangan yang ada untuk hidup sengsara denganmu walaupun aku tahu waktu itu kondisi keuangan engkau pas-pasan.  Aku menerima hal tersebut karena aku sangat mencintaimu. Sejak awal pernikahan kita, ketika kita mendapatkan keberuntungan untuk dapat menyantap hidangan ikan, engkau selalu hanya memberiku kepala ikan yang sebetulnya sangat tidak aku suka, namun aku tetap menerimanya dengan mengabaikan ketidaksukaanku tersebut karena aku ingin membahagiakanmu. Aku tidak pernah lagi menikmati daging ikan yang sangat aku suka selama masa pernikahan kita. Sekarangpun, setelah kita berkecukupan, engkau tetap memberiku hidangan kepala ikan ini. Aku sangat kecewa, suamiku. Aku tidak tahan lagi untuk mengungkapkan hal ini.”

Sang kakek pun terkejut dan bersedihlah hatinya mendengarkan penuturan sang nenek. Akhirnya, sang kakek pun menjawab:
“Istriku, ketika engkau memutuskan untuk menikah denganku, aku sangat bahagia dan aku pun bertekad untuk selalu membahagiakanmu dengan memberikan yang terbaik untukmu. Sejujurnya, hidangan kepala ikan ini adalah hidangan
yang sangat aku suka. Namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku menikmati hidangan kepala ikan yang
sangat aku suka itu. Aku hanya bisa menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu. Aku minta maaf, istriku.”

Mendengar hal tersebut, sang nenek pun menangis. Merekapun akhirnya berpelukan. Percakapan pasangan ini didengar oleh sebagian undangan yang
hadir sehingga akhirnya merekapun ikut terharu.

ar119056868027955MORAL OF THE STORY:

Kadang kala kita terkejut mendengar atau mengalami sendiri suatu hubungan yang sudah berjalan cukup lama dan tidak mengalami masalah yang berarti, kandas di tengah-tengah karena hal yang sepele, seperti masalah pada cerita di atas.

Kualitas suatu hubungan tidak terletak pada lamanya hubungan tersebut, melainkan terletak sejauh mana kita mengenali pasangan kita masing-masing. Hal itu dapat dilakukan dengan komunikasi yang dilandasi dengan keterbukaan. Oleh karena itu, mulailah kita membina hubungan kita berlandaskan pada kejujuran, keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain. Seperti sudahkah TAHU DIRI SENDIRI dan TAHU PASANGAN kita?

Mulailah kita selidiki dari Talenta-talentanya..

 

cinta & Harapan June 30, 2009

Filed under: Reflection — estrida @ 4:38 am

alonesSeorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.

Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.

Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.

Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.

Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya.

Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.